DLH Gelar Lomba Bank Sampah

Penulis : Dimaz Akbar
Selasa 31 Oktober 2017

Probolinggo,KraksaanOnline.com - Demi mewujudkan lingkungan yang bersih melalui pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba bank sampah tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2017.

"Bank sampah merupakan salah satu strategi penerapan pemilahan sampah dalam upaya pembatasan sampah dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dengan pola intensif," kata Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo melalui Kasi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Darwanti Impiani.

Menurut Darwanti, lomba bank sampah ini bertujuan untuk memotivasi pengurus bank sampah dalam upaya pengelolaan sampah dan manajemen bank sampah sehingga terbentuk bank sampah yang mandiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan hidup sehingga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Selain itu mewujudkan paradigma bersih dan sehat dalam kehidupan dengan membiasakan warga atau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, mau memilah sampah sehingga tercipta lingkungan yang bersih. Disamping menanamkan pemahaman pada masyarakat dengan memaksimalkan pemanfaatan barang bekas dan mengurangi jumlah barang bekas yang terbuang percuma," jelasnya.

Lomba bank sampah ini diikuti oleh 18 Bank Sampah meliputi Bank Sampah Mawar Desa Pabean Kecamatan Dringu, Bank Sampah Anggrek Putih Desa Pabean Kecamatan Dringu, Bank Sampah Bougenfil Desa Pabean Kecamatan Dringu, Bank Sampah Semampir Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Bank Sampah Harapan Kita Desa Sumber Duren Kecamatan Gading, Bank Sampah Pasar Semampir dan Bank Sampah Pasar Dringu.

Selanjutnya, Bank Sampah Sumberrejo Berseri Kecamatan Paiton, Bank Sampah Pasar Paiton, Bank Sampah Krejengan Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Bank Sampah Randu Merak Kecamatan Paiton, Bank Sampah Gondosuli Kecamatan Pakuniran, Bank Sampah Desa Plampang Kecamatan Paiton dan Bank Sampah Sumberkembar Kecamatan Pakuniran.

Penilaian bank sampah ini difokuskan pada administrasi (peraturan tertulis/surat), bangunan fisik (sarana prasarana bank sampah), kinerja operasional bank (jumlah sampah anorganik yang dikelola, jumlah sampah organik yang dikelola dan jumlah sampah organik yang tidak dikelola/limba B3) serta lingkungan bank sampah (upaya pemanfaatan air hujan/air limbah, penghijauan dan pemanfaatan lahan).

"Mudah-mudahan melalui lomba ini bisa mendorong kemunculan konsep bank sampah yang lebih banyak lagi di kalangan masyarakat, sehingga paradigma sampah yang bau bisa berubah menjadi sampah yang berkah dan bermanfaat," harapnya.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, maka Bank Sampah Sumberkembar Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran terpilih sebagai juara 1. Disusul Bank Sampah Semampir Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan sebagai juara 2 dan Bank Sampah Syariah Paiton Pasar Paiton Kecamatan Paiton sebagai juara 3.

Serta Bank Sampah Gondosuli Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran sebagai juara harapan 1 dan Bank Sampah Krejengan Desa Krejengan Kecamatan Krejengan sebagai juara harapan 2. Masing-masing pemenang mendapatkan tropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.(maz)



//

Subscribe to receive free email updates: